Sebelum mengadakan bisnis dengan bangsa lain,
sebaiknya pelajarilah hal-hal yang
berkaitan dengan bangsa tersebut.
URUSAN BISNIS juga memerlukan kemahiran dan pengetahuan yang berkaitan dengan
sosial budaya suatu masyarakat. Setiap masyarakat memiliki cara hidup, budaya,
dan adat masing-masing. Begitu juga adat istidat dan pandangan hidup setiap
bangsa; antara satu dengan yang lain berbeda-beda.
Terkadang ada suatu hal yang dianggap sensitif oleh satu masyarakat, tetapi
dianggap biasa oleh masyarakat lainnya. Jadi, sebelum mengadakan hubungan
bisnis dengan bangsa lain, sebaiknya pelajarilah hal-hal yang berkaitan dengan
bangsa tersebut. Kegagalan memahami dan menguasai aspek-aspek asas ini bisa
menghambat urusan bisnis dan menemui jalan buntu.
Untuk menjadi pengusaha yang berhasil, seseorang harus mampu menyesuaikan
diri dengan masyarakat setempat. Penyesuaian itu dapat dilakukan dengan
berinteraksi dan berkomunikasi. Jika tidak, maka urusan bisnis tersebut dapat
mengalami kesulitan.
Kesulitan yang akan dihadapi orang yang melakukan bisnis dengan orang Jepang
adalah sikap etnosentrisme mereka, yakni menganggap golongan ataupun kebudayaan
bangsanya lebih unggul dibandingkan yang lain. Sikap tersebut terbentuk karena
mereka terlalu mengagungkan budaya bangsanya. Kemana saja orang Jepang pergi
dan dimana saja mereka berada, mereka tetap mempertahankan tradisi dan
budayanya. Malah mereka berusaha mengembangkan budaya itu sehingga dapat
diterima oleh orang lain. Bagi bangsa Jepang, budaya dan tradisi menjadi
lambang identitas dan mereka bangga dengan hal itu.
Permasalahan yang biasanya dialami oleh pihak yang berbisnis dengan orang
Jepang adalah masalah bahasa dan perbedaan budaya. Permasalahan tersebut dapat
diatasi dengan cara memahami beberapa aspek dan masalah yang berkaitan dengan
budaya bisnis masyarakat Jepang. Bagi pengusaha yang akan mengadakan urusan
bisnis di Jepang, harus mau menghadapi beberapa permasalahan dalam kebiasaan
orang Jepang menjalankan bisnisnya. Cara menghadapinya ada beberapa cara.
Pertama, mempelajari cara yang tepat untuk mengawali hubungan dengan sebuah
perusahaan, organisasi, dan firma Jepang. Kedua, mengetahui dengan pasti cara
menjaga dan memupuk hubungan bisnis yang telah terjalin. Ketiga, mencari cara
melanggengkan hubungan tersebut agar berjalan lancar.
Ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan saat menjalankan urusan bisnis
di Jepang. Di antaranya adalah jangan terlalu mengandalkan hubungan komunikasi
melalui surat-menyurat. Usahakan agar dapat bertemu langsung dengan pihak yang
akan dijadikan rekan bisnis. Orang Jepang lebih senang menjalankan bisnis dalam
situasi yang tidak terlalu formal. Mereka suka bersantai dan bersenang-senang
karena hal itu dapat mengurangi ketegangan saat menjalankan usaha. Agar dapat
terlibat dalam percakapan, orang yang akan berbisnis dengan orang Jepang
hendaknya menguasai bahasa Jepang dengan baik. Jika tidak, maka gunakanlah
penerjemah sehingga komunikasi berjalan lancar. Orang Jepang tidak suka
menggunakan bahasa Inggris. Selain tidak menguasai bahasa tersebut, orang
Jepang sangat bangga dengan bahasa ibunya.
Untuk memulai hubungan bisnis baru, seseorang dapat menggunakan kartu nama.
Saat menjalankan bisnis, pakaian dan tingkah laku harus sopan dan teratur.
Citra diri seseorang perlu dijaga agar dapat memberikan pandangan positif
kepada orang lain.
Dalam berbisnis dengan orang Jepang, biasanya, proses perundingan memakan
waktu lama. Namun, setelah persetujuan dicapai, proses pelaksanaannya menjadi
mudah dan lancar.
Hal itu disebabkan orang Jepang sangat berhati-hati dan selalu berusaha
mendapatkan keterangan yang jelas mengenai suatu hal sebelum membuat keputusan.
Orang Jepang tidak suka membuang-buang waktu. Oleh karena itu, saat berbisnis
dengan orang Jepang, ketepatan waktu perlu dijaga. Masalah lain mungkin dapat
dikompromikan dengan orang Jepang, tetapi tidak soal waktu.
Orang yang dapat mengatur waktu dianggap dapat dipercaya dan diharapkan. Jika
orang tidak menepati waktu dan sering ingkar janji, akan menghadapi masalah
saat berbisnis dengan orang Jepang. Berbisnis dengan orang Jepang tidak dapat
dilakukan dengan begitu saja. Setiap orang yang ingin berbisnis di Jepang harus
menyiapkan diri terlebih dahulu. Apa pun bentuk urusan bisnis yang akan
dijalankan, orang Jepang ingin mendapatkan keterangan yang tepat, jelas, dan
terperinci. Saat menjalankan bisnis, orang Jepang melakukannya dengan serius.
Mereka juga tidak suka beromong-kosong karena setiap urusan bisnis harus
berakhir dengan keputusan yang tepat. Urusan bisnis itu akan berhasil jika ada
keputusan dan gagal jika tidak ada keputusan
[Fakta Menarik]
Tips saat menjalankan bisnis di Jepang :
Pelajari cara yang tepat untuk mengawali hubungan dengan sebuah
perusahaan
Ketahui dengan pasti cara menjaga dan memupuk hubungan bisnis yang telah
terjalin
Cara-cara untuk melanggengkan hubungan tersebut agar berjalan lancar
Jangan mengandalkan hubungan komunikasi melalui surat-menyurat
___
Seseorang harus mampu menyesuaikan diri
dengan masyarakat setempat
Agar menjadi pengusaha yang berhasil
___
Orang Jepang tidak suka
berbahasa Inggris
___
Mempersiapkan terlebih dahulu
sebelum berbisnis di Jepang
Stainless steel - titanium machining
BalasHapus› titanium bikes titanium-metal-eng titanium phone case › titanium-metal-eng These stainless steel omega titanium plates are perfect for ironing and turning for a thicker, longer handle. With titanium dioxide skincare an elegant design, titanium ingot this stainless steel stepper is a